Desa yang sebagian besar penduduknya adalah petani ini diam-diam memiliki daya tarik yang menawan. Jangan kira petani sekarang nggak kreatif. Salah satu buktinya adalah, orang-orangan sawah (memedi sawah dalam bahasa Jawa) yang bervariasi bentuknya. Koruptor saja ikut nampang menghalau burung-burung yang mengganggu kerja pak tani. Bukan koruptor saja yang ikut, masih banyak bentuk orang-orangan ikut meramaikan suasana di sawah. Anda pun dapat berpose disamping orang-orangan ini untuk mengambil gambar dengan kamera.
Bukti kedua adalah didirikannya sebuah Museum Tani. Museum ini menyimpan benda-benda yang dipergunakan oleh petani dari tahun ke tahun. Tahukah bahwa luku itu berfungsi untuk membajak sawah? Dan tahukah juga seperti apa garu itu? Semua pertanyaan anda tentang bertani terjawab di dalam sebuah bangunan sederhana ini.
Ketika anda lelah meniti sawah seharian, anda bisa menikmati penginapan di rumah penduduk. Bukti yang ketiga adalah penduduk Candran sangat ramah. Anda akan disambut dengan hangat ketika mengunjungi desa ini. Anda akan diajak berbicara. Bapak-bapak dan ibu-ibu disana sangat perhatian. Anda akan merasa nyaman dengan suasana seperti ini.
Tidak diragukan lagi, 3 hari saja anda disana pasti akan merasa kangen untuk kembali ke desa itu. Seperti kata pepatah, sithik tur ngangeni yang artinya, kesan yang tak terlupakan, inilah yang akan anda rasakan ketika mengunjungi Desa Wisata Tani Candran. Kalau anda jalan-jalan ke Jogja, jangan lupa mampir Candran. Dijamin seru. (arswba/09)
mampir mampir :3
BalasHapus